Laman

Sabtu, 28 Agustus 2010

Sejarah Kepanduan Dunia

Baden Powell adalah orang yang pertama kali memperkenalkan kepanduan, ia lahir pada tanggal 22 Februari 1857 dengan nama asli ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL. Ayahnya bernama Domine H.G. Baden Powell seorang professor geometri dari Universitas Oxford, ibunya adalah puteri Admiral Inggris bernama W.T. Smyth. Ayahnya meninggal dunia sewaktu Robert Stepenshon Smyth Baden Powell (BP) masih berumur 3 tahun, sehingga ia tumbuh dewasa dalam pengasuhan sang ibu.
Baden Powell tumbuh sebagai seorang pemuda yang periang, cerdas, pandai bermain musik, dan sandiwara. Dia juga seorang penulis ceritera fiksi, maupun non fiksi yang pandai dan produktif.

Sejak kecil ia sudah gemar berolah raga, bermain di alam terbuka, berenang, berlayar dan mengembara bersama kakak-kakaknya.
Latihan-latihan di waktu kecil ini sangat bermanfaat ketika dia menjadi perwira kerajaan Inggris. Keterampilan dan kecerdasannya ini membuat suku Matabele kagum terhadapnya, sehingga ia menjuluki Baden Powell dengan sebutan “IMPEESA” (serigala yang tidak pernah tidur), di suku tersebut ia dijuluki “M’HLALA PANZI” artinya seorang yang dapat menembak sambil terlentang.
Segala pengalamannya sewaktu bertugas tersebut ditulis ke dalam sebuah buku yang diberi judul “Aid to scouting”. Buku ini tadinya dimaksudkan agar para perwira muda dapat menjalankan tugasnya di medanlaga dengan baik. Namun akhirnya buku tersebut segera tersebar dan menjadi bacaan bagi sekolah-sekolah yang siswanya laki-laki.

Sesudah pulang dari tugasnya di Afrika dan kembali ke negaranya, ia melihat anak-anak remaja banyak yang nakal-nakal. Terdorong keinginannya untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan remaja tersebut, ia mulai mengumpulkan buku-buku dari perpustakaan yang khusus untuk pendidikan remaja, mengenai latihan-latihan dari abad ke abad; dari anak-anak Sparta, orang-orang Inggris jaman dahulu, orang-orang Indian sampai latihan-latihan bagi orang-orang se jamannya.

Pengalaman-pengalamannya tersebut mula-mula ia tuangkan dalam bentuk kegiatan dengan mengajak anak-anak tersebut ke dalam satu kegiatan di alam terbuka, mengintai, berburu, menggunakan lembing dan sebagainya. Hasilnya sangat positif, anak-anak yang tadinya nakal begitu melihat tantangan, latihan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan, serta berbagai macam keterampilan yang selayaknya dimiliki, maupun resiko kehidupan di alam terbuka, maka sikap anak-anak tersebut berubah menjadi semakin baik, sopan dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan. BP terus mengembangkan pemikirannya tentang kepramukaan melalui bentuk-bentuk kegiatan yang berbeda dengan kegiatan di sekolah-sekolah.

Akumulasi kegiatannya sebagai seorang “pendahulu dalam kepramukaan” ialah ketika Baden Powell mengajak 20 orang anak dari mereka tanggal 1 Agustus 1907, untuk berkemah di Brown-sea Island, di Terusan Inggris selama hampir 2 minggu. Di situlah setiap saat Baden Powell bertutur tentang budi pekerti, kebahagiaan, kesehatan, keterampilan, disiplin, tanggung-jawab, dan bagaimana menjadi warga negara yang baik, kepada adik-adiknya (peserta didiknya) di sekitar api unggun. Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya gerakan kepramukaan sedunia. Oleh karena itu tanggal 1 Agustus di mana untuk mula pertama kalinya BP berkemah di BrownseaIsland tersebut diperingati sebagai “Sun Rise Day”, bagi seluruh pandu di dunia.

Segala sesuatu yang diceriterakan oleh Baden Powell di sekeliling api unggun itulah di tahun 1908 dibukukan dengan judul “Scouting for Boys”. Ketika buku tersebut muncul di tengah-tengah masyarakat maka ia bagaikan santapan yang lezat bagi orang-orang yang sedang kelaparan, sehingga tidak saja menjadi konsumen bagi orang-orang Inggris, tetapi juga beredar sampai ke luar negeri.

Pada tahun 1909, ketika BP muncul dalam pertemuan di Crystal Palace London sebagai tamu kehormatan ia bangga menyaksikan belasan ribu pandu putra berbaris dengan rapi. Namun dia mengatakan: “Akan tetapi, akan sempurna sekali jika anak perempuan juga dapat mengikuti gerakan kepramukaan ini”. Tidak lama setelah itu muncullah gerakan kepramukaan untuk putri. Ternyata di tahun 1909 tersebut telah dapat didirikan Pramuka putri yang semula dipimpin oleh Agner Baden Powell, yang kemudian diteruskan oleh Olave St. Clair Soames.

Pergerakan kepramukaan ini semakin hari semakin berkembang dan meluas, sehingga pada tahun 1910 sudah semakin luas dan pesatnya perkembangan kepramukaan. Saat itulah BP sadar bahwa kepramukaan ini akan menjadi pekerjaannya seumur hidup. Ia sadar dan berkeyakinan bahwa dirinya akan semakin berjasa lagi bagi tanah airnya apabila ia melatih para muda supaya menjadi warga negara utama dan mulia dibandingkan dengan ia harus melatih warganya untuk berperang . Oleh karena itu ia meletakkan jabatannya sebagai Perwira Tinggi yang saat itu telah berpangkat “Letnan Jenderal” dan kemudian memasuki kehidupannya yang kedua yakni menjadi seorang “Pembina Pramuka”.

Ia memetik hasil usahanya dalam perkembangan Pergerakan Kepramukaan tersebut yang akhirnya mendunia, dalam sebuah pengabdian yang didasarkan atas rasa cinta dan hormat kepada anak-anak didiknya di seluruh dunia.

Pada tahun 1912, BP mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui Pramuka di berbagai negara, inilah permulaan kepramukaan menjadi ikatan persaudaraan bagi para anggota Pramuka di seluruh dunia.

Tahun 1916 – baru muncul Pramuka Siaga. Untuk keperluan pendidikannya BP menulis “Handbook for Cubs”, dan bukunya Rudycard Kipling yang berjudul “The Jungle Book”, dijadikan dasar ceritera bagi kegiatan Pramuka Siaga.

1918 – muncul Pramuka usia Penegak. Tahun 1922, baru tersusun buku pedoman untuk pembinaan penegak yang berjudul “Rovering to Success”.

Apa dikata perang dunia meletus dan kegiatan kepramukaan sementara mengendur baru dilanjutkan dan bergiat kembali seusai perang. Mulai dirintislah di tahun 1920, dengan berkumpulnya para pramuka di seluruh dunia di London, untuk melaksanakan The First World Jamboree. Pada tanggal 6 Agustus tahun 1920, di malam terakhir dari Jamboree tersebut BP diangkat menjadi “Chief Scout of the World” atau Bapak Pramuka Sedunia, yang disambut dengan riuh rendah oleh para Penggalang yang berkumpul di sana. Jambore dunia ke -2 kemudian diselenggarakan di Denmark tahun 1924, kemudian Jambore dunia ke-3 kembali di Inggris tahun 1929, ke-4 di Hongaria tahun 1933, dan para Jambore ke 5 tahun 1937 diselenggarakan di Belanda.

Sampai dengan kegiatan Jambore yang ke-5 BP masih tetap memegang peranan, ia tetap bersemangat dan selalu dihormati oleh anak-anak kemanapun dia pergi. Sungguh pun demikian BP tetap berkarya, ia terus menerus berkarya, ia terus menerus menulis, dan selalu memperkaya materi pendidikan kepramukaan.

Pada usianya yang ke-80 BP manakala kekuatan BP sudah berkurang, ia kembali ke Afrika, tepatnya di Kenya, tanah yang dicintainya, suatu tempat yang tenteram, dengan pemandangan yang indah, gunungnya yang bersalju, dan rimba-rimbanya yang luas didampingi oleh isterinya yang setia Lady Baden Powell, sebagai asistennya yang sangat bersemangat dalam memajukan pendidikan dan pemimpin kepramukaan puteri se dunia. Di sanalah BP menghembuskan nafasnya di sanatepat pada tanggal 8 Januari 1941, sebulan lebih sedikit sebelum hari ulang tahunnya yang ke-84.

Baden Powell sebagai perintis organisasi kepranduan dunia untuk putera (Chief Scout of the World), dilahirkan tanggal 22 Februari 1857, isterinya Lady Olave Baden Powell, sebagai perintis pandu puteri dunia (World Chief Guide), dilahirkan pada tanggal yang sama dengan Baden Powell, yakni tanggal 22 Februari 1889. Suatu keajaiban Tuhan yang perlu direnungkan. Inilah sebabnya kita memperingati tanggal 22 Februari sebagai “BP’s Day” atau disebut juga “Thinking Day”.

Sejarah singkat Baden Powell

Pencetus berdirinya Gerakan Pramuka sedunia adalah Lord Bodden Powell. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris. Nama sesungguhnya ialah Robert Stepenshon Smyth. Ayahnya adalah seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford bernama Boden Powell yang meninggal ketika Stepenshon masih kecil.Lahirnya pendidikan Gerakan Pramuka diilhami oleh pengalaman-pengalaman semasa hidupnya di antaranya adalah : a. Ditinggal ayahnya sejak kecil dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.
b. Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain lainnya didapat dari kakak-kakaknya.
c. Boden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain musik, bersandiwara, mengarang dan menggambar.
d. Pengalaman di India sebagai Letnan Ass (pembantu Letnan) pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang. Dan ditemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball O’Hara.
e. Pengalaman terkepung Bangsa Boer di Kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
f. Pengalaman mengalahkan Kerajaaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.Semua pengalaman hidupnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul ‘Aids to Scouting’. Buku ini sebenarnya berisikan petunjuk petunjuk kepada tentara muda inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan dengan baik. Buku ini sangat menarik bukan hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.Seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris yang bernama tuan William Smyth meminta beliau untuk melatih anggotanya sesuai dengan cerita-cerita pengalaman beliau yang terdapat dalam buku ‘Aids to Scouting’. Akhirnya dipanggillah 21 pemuda dari Boys Brigade dari berbagai wilayah negeri Inggris untuk diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Pada tahun 1901 beliau meminta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Pada tahun 1929, beliau mendapat titel Lord dari Raja George. Beliau menikah dengan Olave St Clair Soames dan dianugrahi 3 orang anak. Beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika

ARTI LAMBANG PRAMUKA SESUAI SK KWARNAS NO. 006/KN/72 TAHUN 1972

 I. Gambar Silhouette tunas kelapa, lambang Gerakan Pramuka



II. Uraian arti kiasan lambang Gerakan Pramuka.

Satu    :  Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.
Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
Dua     :  Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan  yang bagaimanapun djuga.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
Tiga    :  Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Empat :  Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
Lima    :  Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja.
Enam  :  Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

ARTI BADGE KWARDA JAWA TENGAH

LAMBANG LENCANA WILAYAH
KWARDA JAWA TENGAH
Image 
 

Arti dan Kiasan

  1. Huruf Jawa Tengah berwarna Merah :  Melambangkan keberanian
  2. Coklat muda sebagai dasar lambing : Melambangkan keadilan dan kemakmuran masyarakat Jawa Iengah
  3. Bintang segi 5 melambangkan : Kepemimpinan luhur berdasarkan Pancasila
  4. Sepuluh lidah api berwarna Merah : melambangkan dasadharma yang akan dipertahankan secara bersama
  5. Padi dan Kapas : Melambangkan keadilan dan Kemakmuran
  6. Keris berlekuk 3 : Melambangkan Trisatya
  7. Blencong/sumber api : Melambangkan sumber penerangan pada tingkah laku
  8. Stupa : melambangkan tingginya budaya kita
  9. Cikal Tunas  kelapa:  Melambangkan Pramuka sebagai cikal bakal bangsa Indonesia
Arti secara keseluruhan : Pramuka sebagai cikal bakal Indonesia akan melaksanakan darmabaktinya dengan berpegang teguh pada Trisatya dan Dasadharma dengan tidak meninggalkan kepribadian menuju Masyarakat yang adil dan Makmur.

BUTIR-BUTIR BASA DHARMA

BUTIR – BUTIR DASA DARMA

1 Taqwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Taqwa = menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

2 Cinta Alam dan Kasih Sayang sesama manusia.
• Melestarikan Alam, baik dengan jalan memelihara cagar alam, ataupun Suaka marga satwa.
• Saling mendayagunakan dan memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan sebaik – baiknya.
• Saling mencintai, bahwa manusia itu dikodratkan oleh Alloh ( Sang Pendipta ) yang merupakan mahluk pribadi dan social.

3 Patriot yang sopan dan kesatria
• Patriot = Pembela Tanah Air.
• Kesatria = Prajurit yang Gagah Berani.

4 Patuh dan suka bermusyawarah
• Patuh = menjalankan dan melaksanakan keputusan musyawarah.
• Musyawarah = mengambil keputusan secara tukar pikiran dan akal sehat untuk mencapai mufakat.
5 Rela menolong dna Tabah
• Rela = Ikhlas dalam menolong.
• Tabah = Sabar, yaitu bahwa seorang manusia tetap berpendirian dalam menghadapi cobaan.

6 Rajin, Terampil, dan Gembira
Bahwa setiap orang suka bekerja dan suka belajar, ini dinamakan Rajin.
• Trampil = Berusaha mengerjakan pekerjaan tanpa bantuan orang lain.
• Gembira = Pramuka itu harus periang

7 Hemat, Cermat, dan Bersahaja
• Hemat = Tidak boros.
• Cermat = Teliti.
• Bersahaja = Selalu bersopan santun.

8 Disiplin, Berani, dan Setia
• Disiplin = Taat atau patuh terhadap peraturan yang berlaku.
• Berani = Bahwa seorang Pramuka tidak takut menghadapi sesuatu hal.
• Setia = Seorang Pramuka itu tegar hati atau tetap pada pendirian sendiri.

9 Bertanggung jawab dan Dapat dipercaya
• Bertanggung jawab = Seorang Pramuka harus tetap siap dan penuh keyakinan diri sendiri bahwa ia sanggup percaya diri dan dapat dipercaya.

10 Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan
• Seorang Pramuka harus bersih, daik perkataan dan perbuatan.
• Seorang Pramuka tidak boleh berbohong atau berdusta.

TRI SATYA

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2.  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3.  Menepati Dasa Dharna 



BUTIR-BUTIR TRI SATYA (38 BUTIR)

1 Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa
a. Percaya bahwa Tuhan itu ada.
b. Rajin mendatangi ceramah-ceramah Agama.
c. Bertaqwa.
d. Menolong Yatim Piatu.
e. Tidak sombong.
f. Bersedia memaafkan orang lain.
g. Mengakui kesalahan.
h. Suka menolong.
i. Menghormati orang lain.

2 Kewajiban terhadap Negara Kesatuan RI
a. Melaksanakan Pancasila.
b. Mentaati peraturan.
c. Mempelajari UU 1945.
d. Mengetahui susuna pemerintahan.
e. Hapal lagu-lagu Nasional.
f. Menghormati orang lain.
g. Sopan santun.
h. Mengetahui hari – hari Nasional.

3 Kewajiban melaksanakan Pancasila.
a. Mengetahui bahwa Pancasila adalah dasar Negara.
b. Melaksanakan isi Pancasila.
c. Percaya dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d. Ikut menjaga persatuan.
e. Memperingati hari kesaktian Pancasila.
f. Suka bergotong royong.

4 Kewajiban menolong sesama hidup.
a. Menghormati orang lain.
b. Membantu orang lemah.
c. Menolong orang yang memerlukan pertolongan.
d. Menengok sesama teman yang sakit.
e. Mengembalikan barang yang hilang atau tertinggal.
f. Mentaati kedisiplinan.
g. Menjaga nama baik orang lain.
h. Memberi pertolongan kepada Pakir Miskin.

5 Kewajiban ikut serta membangun masyarakat.
a. Belajar dengan tekun.
b. Aktif mengikuti kegiatan dimasyarakat.
c. Senang bergotong royong.
d. Menjaga kebersihan lingkungan.
e. Senang memberi pertolongan.
f. Ikut memajukan kebudayaan.
g. Bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan.
 

MAKNA DASA DHARMA PRAMUKA


Makna Dasa Darma Pramuka
Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi
dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.

KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyata Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi
manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara
tersendiri.

Penulis pun sebagai pembina di lapangan memiliki cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.

Dasa Darma Pramuka itu

1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai
pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta
yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun
tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib
menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat
lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.

2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.
Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,
bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita
memerlukan bantuan orang lain.

3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai
Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam
bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan
pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.

4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasi
dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap
aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya
bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.

5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasa
rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan
sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu
seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,
halangan, dan hambatan.

6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramuka
itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia
berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,
tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam
melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan
gembira.

7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat, tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus
cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli
atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun
ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan
angkuh, bersahaja dalam bergaul.

8. Di: Disipilin, berani, dan setia. Anggota Pramuka
harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,
bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan
percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka
harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani
karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia
terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.

9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah
ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus
konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.

10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan
perbuatan. Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak
ada iri dan dengki.

Jika semua anggota Pramuka memahami itu semua, insya Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri
sendiri, bangsa, dan negara.

DASA DHARMA PRAMUKA

Pokok-pokok Pengertian

1.      Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
2.      Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
3.      Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.


DASADHARMA PRAMUKA
1.  Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
2.  Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.  Patriot yang sopan dan ksatria
4.  Patuh dan suka bermusyawarah.
5.  Rela menolong dan tabah
6.  Rajin, terampil, dan gembira.
7.  Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.  Disipilin, berani, dan setia. 
9.  Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. 
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan
perbuatan.
 

Untuk mempermudah menghafal biasanya menggunakan teknik hudep yaitu menghafal dua huruf depan. TA-CI-PA-PA-RE-RA-HE-DI-BE-SU

1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria
4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Re: Rela menolong dan tabah
6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira.
7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Di: Disipilin, berani, dan setia. 
9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. 
10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan
perbuatan.
 

TUGAS I

Salam pramuka.....
(salam)
SAKA.....
(BHARA)...........


Silahkan sebelum kemah pengenalan medan calon yunior....
Wajib Hafalkan dasa darma dan trisatya penegak...!
Lalu pelajari materi yang di blog ini....!!!!!

Silahkan bisa di copy paste materi blog ini,.